Perihnya Hatiku
Meski masih bisa tertawa ketika dikeramaian, aku tau bahwa hatiku yang perih menangis didalamnya. Setiap kali mengingat dia, selalu saja melelehkan airmata. Aku tak suka ini. Betapa cinta menjadikan aku cengeng. Setiap kali aku melihat ke belakang, bayang masa lalu mentertawakanku. Betapa jauhnya perubahan yang telah dilakukan seorang dia padaku. Menangis karena cinta? Dulu akulah orang yang akan tertawa paling keras ketika ada teman yang mengadu tentang perjalanan cintanya yang tersandung dan membuatnya jatuh. Tapi kali ini, aku yang menggelepar menahan sakit dan akhirnya aku mengerti mengapa mereka tersedu ketika itu. Maka, tertawakanlah aku, karena aku tak peduli. karena aku hanya ingin dia….
Dan pengakuan itu meluncur juga padanya. Bahwa aku merindukannya. Tapi kami sudah tau, bahwa lebih baik memang seperti ini dulu. Jika memang Alloh SWT menuliskan takdir kami bersama, berada dijalan yang sama, bersisian, bergandeng tangan menuju tujuan yang sama, maka kami akan bersama. Tapi saat ini, kita nikmati saja dulu, setiap perih yang mendera dan menyiksa hati kita. Klise jika ada yang bilang cinta tak harus memiliki, tapi inilah yang terjadi sekarang.

drummerfan berkata,
Januari 28, 2010 pada 1:11 am
kalo begitu silakan ketawa